• Selamat Datang di Situs Resmi Abu Hudzaifah

Nabi Yusya’ bin Nun Murid Setia Nabi Musa

Nabi Yusya' bin Nun Murid Setia Nabi Musa
Bagikan

Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”. (QS. Al-Kahfi : 60)

Dalam ayat di atas Allah tidak menyebutkan secara jelas siapa murid Nabi Musa. Namun para ulama ahli tafsir menafsirkan bahwa murid Nabi Musa yang disebut pada ayat tersebut adalah Nabi Yusya’ bin Nun.

Berikut salah satu hadits yang memperkuat tafsir tersebut :

Dari Ubay bin Ka’ab bahwa beliau mendengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مُوسَى قَامَ خَطِيبًا فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ فَسُئل: أَيُّ النَّاسِ أَعْلَمُ؟ قَالَ: أَنَا. فَعَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِ إِذْ لَمْ يَرُدّ الْعِلْمَ إِلَيْهِ، فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: إِنَّ لِي عَبْدًا بِمَجْمَعِ الْبَحْرَيْنِ هُوَ أَعْلَمُ مِنْكَ. فَقَالَ مُوسَى: يَا رَبِّ، وَكَيْفَ لِي بِهِ؟ قَالَ: تَأْخُذُ مَعَكَ حُوتًا، تَجْعَلُهُ بِمِكْتَلٍ، فَحَيْثُمَا فَقَدْتَ الْحُوتَ فَهُوَ ثَمَّ. فَأَخَذَ حُوتًا، فَجَعَلَهُ بِمِكْتَلٍ ثُمَّ انْطَلَقَ وَانْطَلَقَ مَعَهُ بِفَتَاهُ يُوشع بْنِ نُونٍ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ،

Bahwasanya Nabi Musa pernah berkhutbah di hadapan Bani Israil, kemudian ia ditanya, “Siapakah manusia yang paling pandai dalam hal pengetahuan?” Nabi Musa menjawab, “Sayalah orangnya.” Lantas Allah menegurnya karena ia tidak menyandarkan ilmu kepada Allah. Lalu Allah wahyukan kepada Nabi Musa, “Sesungguhnya Aku mempunyai seorang hamba yang tinggal di tempat bertemunya dua lautan, dia lebih pandai daripada kamu.” Musa berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana cara menemuinya?” Lalu dikatakan kepadanya, “Bawalah ikan dalam sebuah keranjang. Apabila engkau kehilangan ikan itu, maka orang itu berada di sana.” Musa pun berangkat bersama muridnya Yusya’ bin Nun membawa ikan yang telah dimasukkan ke dalam keranjang. (HR. Bukhari)

SebelumnyaMasjid Kog Tidak Punya Laporan Keuangan?SesudahnyaBerapa Kali Sangkakala Ditiup?
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan