• Meneladani Generasi Terbaik Bersama AbuHudzaifah.com | Pusat Kajian Islam • Sejarah Sahabat Nabi• Inspirasi Sunnah • Dakwah Sunnah
Banner Pesantren

Salim Maula Abu Hudzaifah — Sahabat Mulia Pecinta Al-Qur’an

Salim Maula Abu Hudzaifah — Sahabat Mulia Pecinta Al-Qur’an
Bagikan

Beliau termasuk golongan sahabat terdahulu yang pertama masuk Islam, ikut dalam Perang Badar, dekat dengan Rasulullah, dan termasuk orang yang berilmu.

Musa bin ‘Uqbah berkata:
“Dia adalah Salim bin Ma‘qal. Asalnya dari Ishtakhr (Persia). Ia menjadi maula (bekas budak yang berloyalitas) Abu Hudzaifah. Sebenarnya yang memerdekakannya adalah Tsubaitah binti Ya‘ar Al-Anshariyah, istri Abu Hudzaifah bin ‘Utbah. Abu Hudzaifah kemudian mengangkatnya sebagai anak.” Demikian yang beliau katakan.

Ibnu Abi Mulaikah meriwayatkan dari Al-Qasim bin Muhammad, bahwa Sahlah binti Suhail — istri Abu Hudzaifah — datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata:

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Salim tinggal bersamaku, dan ia telah mencapai usia sebagaimana laki-laki dewasa.”

Maka beliau bersabda:

“Susuilah dia. Jika engkau telah menyusuinya, maka menjadi haram bagimu apa yang haram karena hubungan mahram.”

Ummu Salamah berkata:
“Istri-istri Nabi ﷺ menolak seorang pun masuk kepada mereka dengan sebab penyusuan seperti ini. Mereka berkata: ‘Ini hanyalah keringanan khusus untuk Salim.’”

Dari Ibnu Umar رضي الله عنه berkata:
“Salim maula Abu Hudzaifah pernah menjadi imam bagi kaum Muhajirin yang datang dari Mekah sebelum Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, karena dialah yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya.”

Al-Waqidi meriwayatkan:
Telah menceritakan kepada kami Aflah bin Sa‘id dari Muhammad bin Ka‘ab Al-Qurazhi, ia berkata:

“Salim menjadi imam kaum Muhajirin di Quba, dan di antara mereka ada Umar bin Khaththab, sebelum Rasulullah ﷺ datang.”

Hanzhalah bin Abi Sufyan meriwayatkan dari Abdurrahman bin Sabith, dari Aisyah رضي الله عنها, ia berkata:

“Pada suatu malam Rasulullah ﷺ terlambat datang kepadaku. Beliau berkata: ‘Apa yang menahanmu?’ Aku menjawab: ‘Di masjid ada seseorang yang paling indah suaranya dalam membaca Al-Qur’an yang pernah kudengar.’ Maka beliau mengambil selendangnya lalu keluar mendengarkannya. Ternyata dia adalah Salim maula Abu Hudzaifah. Maka beliau bersabda:

‘Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan di tengah umatku orang seperti dirimu.’”

Sanad hadits ini baik.

Abdullah bin Numair meriwayatkan dari Ubaidullah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar:

“Kaum Muhajirin tinggal di Al-‘Ushbah dekat Quba, lalu Salim maula Abu Hudzaifah menjadi imam mereka karena ia yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya. Di antara mereka ada Umar dan Abu Salamah bin Abdil Asad.”

Riwayat lain dari Usamah bin Hafsh, dari Ubaidullah dengan lafaz:

“Ketika kaum Muhajirin pertama tiba di Al-‘Ushbah sebelum kedatangan Rasulullah ﷺ, Salim menjadi imam mereka.”

Diriwayatkan pula dari Muhammad bin Ibrahim At-Taimi bahwa Nabi ﷺ mempersaudarakan antara Salim maula Abu Hudzaifah dengan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Namun riwayat ini terputus sanadnya.

Dalam riwayat Al-Waqidi disebutkan dari Muhammad bin Tsabit bin Qais:

“Ketika kaum muslimin tercerai-berai pada Perang Yamamah, Salim maula Abu Hudzaifah berkata:

‘Bukan seperti ini dahulu kita berbuat bersama Rasulullah ﷺ.’

Lalu ia menggali lubang untuk dirinya sendiri dan berdiri di dalamnya sambil membawa bendera kaum Muhajirin pada hari itu. Kemudian ia terus berperang hingga gugur syahid.”

Ubaid bin Abi Al-Ja‘d meriwayatkan dari Abdullah bin Al-Had bahwa Salim pernah menjual warisannya kepada Umar bin Khaththab seharga dua ratus dirham, lalu uang itu diberikan kepada ibunya sambil berkata:

“Gunakanlah uang ini untuk keperluan ibu.”

Disebutkan pula bahwa Salim dan tuannya, Abu Hudzaifah, ditemukan gugur syahid dalam keadaan kepala salah satu dari mereka berada di dekat kaki yang lainnya. Semoga Allah meridhai keduanya.

Di antara keutamaan Salim:

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khaththab رضي الله عنه berkata:

“Seandainya aku masih mendapati salah satu dari dua orang ini hidup, lalu aku serahkan urusan kepemimpinan kepadanya, niscaya aku akan percaya penuh kepadanya: Salim maula Abu Hudzaifah dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah.”

Perawi Ali bin Zaid dinilai lemah. Namun jika riwayat ini sahih, maka itu menunjukkan betapa tingginya kedudukan kedua orang tersebut di hati Umar. Ini juga menjadi dalil bahwa kepemimpinan dapat diberikan kepada selain orang Quraisy. والله أعلم.

Referensi : https://www.islamweb.net/ar/library/content/60/21/%D8%B3%D8%A7%D9%84%D9%85-%D9%85%D9%88%D9%84%D9%89-%D8%A3%D8%A8%D9%8A-%D8%AD%D8%B0%D9%8A%D9%81%D8%A9

SebelumnyaHudzaifah ibnul Yaman: Pemegang Rahasia Rasulullah ﷺ Tentang Orang-Orang MunafikSesudahnyaKhutbah Idul Adha Ringkas 2026: Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim di Tengah Ujian Bangsa
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan