Jangan Biarkan Sepuluh Hari Mulia Ini Berlalu Sia-Sia
KHUTBAH PERTAMA
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang diwujudkan dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah untuk memanfaatkan hari-hari terbaik yang Allah karuniakan kepada umat ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء
“Tidak ada hari-hari di mana amal shalih pada hari-hari itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
Para sahabat bertanya:
“Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu ia kembali dengan tidak membawa apa pun (artinya dia mati syahid).”
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Hadits ini menunjukkan betapa agung dan istimewanya sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Sampai-sampai amal shalih pada hari-hari itu lebih dicintai Allah daripada jihad, kecuali jihad yang paling tinggi pengorbanannya.
Mengapa hari-hari ini begitu mulia? Karena di dalamnya berkumpul berbagai ibadah besar : shalat,puasa,sedekah,dzikir,haji,qurban,serta amal-amal kebaikan lainnya. Hari-hari ini adalah musim pahala. Kesempatan emas yang belum tentu datang dua kali dalam hidup kita.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Maka apa yang seharusnya kita lakukan?
Pertama: Memperbanyak dzikir kepada Allah
Basahilah lisan dengan:takbir,tahlil, tahmid,dan tasbih. Ucapkanlah:
الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد
Karena para ulama-ulama terdahulu menghidupkan hari-hari Dzulhijjah dengan takbir di rumah, pasar, dan masjid.
Kedua: Memperbanyak puasa sunnah
Terutama puasa Arafah bagi yang tidak berhaji. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.”
Idul Adha tahun ini jatuh pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026 sehingga puasa Arafah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 26 Mei 2026
Ketiga: Bersedekah dan membantu sesama
Banyak saudara kita yang kesulitan hidup, kekurangan makan, sakit, dan terlilit kebutuhan. Jangan lewatkan kesempatan untuk berbagi.
Keempat: Menunaikan ibadah qurban
Qurban adalah syiar agung Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Qurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi menyembelih ego, kesombongan, dan kecintaan berlebihan kepada dunia.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Betapa banyak manusia menyesal ketika waktu telah berlalu. Hari-hari mulia ini akan cepat pergi. Maka jangan sampai kita menjadi orang yang lalai. Gunakan waktu untuk:membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan memperbanyak amal terbaik.
KHUTBAH KEDUA
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Sekali lagi marilah kita memanfaatkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan hari-hari mulia ini berlalu tanpa ibadah dan ketaatan.
Bisa jadi ini adalah Dzulhijjah terakhir dalam hidup kita. Bisa jadi tahun depan kita sudah berada di alam kubur.
Karena itu: perbaiki shalat, muliakan orang tua, sayangi keluarga, jauhi maksiat, dan perbanyak amal yang diridhai Allah. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan hari raya Idul Adha dalam keadaan penuh keberkahan.

